Tingkatkan Kompetensi Guru BK di SoloRaya, Prodi BK Selenggarakan Workshop Inovatif: Implementasi Teknik Konseling dengan Media Cahaya untuk Menghadapi Kasus Perundungan pada Siswa
Surakarta, 22 – 23 Mei 2025 – Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret (FKIP UNS), menyelenggarakan workshop dengan tema “Implementasi IPLT (Ifdil Perceptual Light Technique) untuk Mereduksi Anxiety Disorder serta Meningkatkan Meaning of Life dan Psychological Well-Being Siswa Korban Perundungan”, pada Kamis – Jum’at, 22 – 23 Mei 2025, bertempat di Ruang Sidang Gedung F FKIP UNS.

Workshop ini menghadirkan langsung penggagas teknik IPLT, Prof. Ifdil, S.HI., M.Pd., Ph.D., Kons., dosen dan peneliti dari Universitas Negeri Padang yang telah dikenal luas atas kontribusinya dalam pengembangan teknik intervensi psikologis berbasis cahaya. Selain itu, turut hadir pula praktisi dan akademisi lainnya yang memiliki kepakaran dalam bidang psikologi pendidikan, konseling trauma, dan kesehatan mental remaja seperti Dr. Idat Muqodas, M.Pd., Kons., (Universitas Pendidikan Indonesia) dan Dr. Khairul Bariyyah, M.Pd., Kons., (Universitas Negeri Malang).

Peserta kegiatan ini terdiri dari guru BK tingkat SMA/K di SoloRaya. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih peserta dalam mengaplikasikan teknik IPLT secara praktis, sebagai salah satu bentuk intervensi konseling terutama untuk siswa yang mengalami gangguan kecemasan akibat perundungan.
Dalam sambutannya, Ketua Prodi BK FKIP UNS,Dr. Naharus Surur, M.Pd., menyampaikan bahwa pendekatan baru dalam dunia konseling seperti IPLT sangat dibutuhkan dalam menghadapi meningkatnya kasus gangguan psikologis di kalangan remaja, terutama korban bullying.
Dalam praktiknya, teknik ini tidak hanya menghadirkan suasana visual yang menenangkan, tetapi juga diarahkan untuk memfasilitasi perubahan emosi dan kognisi konseli ke arah yang lebih adaptif. Cahaya digunakan sebagai media untuk mempengaruhi suasana hati, meningkatkan fokus, dan memperkuat afirmasi positif selama sesi konseling.

Hasil dari implementasi teknik ini menunjukkan bahwa penggunaan cahaya dalam proses konseling dapat membantu mempercepat pencapaian tujuan konseling, khususnya dalam mengurangi gejala kecemasan dan stres yang umum dialami oleh siswa. Dengan metode yang lebih ringan namun efektif, teknik ini dinilai mampu menciptakan ruang konseling yang lebih nyaman, terbuka, dan produktif.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas implementasi teknik-teknik konseling yang efektif dan kontekstual, khususnya dalam membangun kembali makna hidup dan kesejahteraan psikologis siswa korban perundungan. Diharapkan, peserta yang telah mengikuti pelatihan ini dapat mengaplikasikan metode ini secara kreatif dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah maupun institusi lainnya. Workshop ini juga menjadi bagian dari komitmen Prodi BK FKIP UNS untuk terus mendukung peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan konselor secara berkelanjutan.